Sabtu, 30 April 2016

Pengaruh Prilaku Konsumtif Remaja dalam Kehidupan Sehari-hari

PENGARUH PERILAKU KONSUMTIF REMAJA
DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI


SISKA WULANDARI
9977474898










SMA NEGERI 1 TANJUNG BINTANG
LAMPUNG SELATAN
2015

MOTO
Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah Saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (QS Al-Isra’: 27)
Dan janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenggu ke lehermu (kiasan terhadap sifat kikir) dan jangan pula engkau terlalu mengulurkannya seluas-luasnya (kiasan terhadap sifat boros dan konsumtif dalam berbelanja) yang menyebabkan engkau menjadi tercela lagi menyesal. [QS. Al-Isra’: 29)
                                                                                    













Kata Pengantar
Puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala berkat dan rahmat-Nya yang memberikan kesehatan dan nikmat kepada penulis sehingga karya tulis ini dapat diselesaikan dengan baik sesuai dengan waktu yang direncanakan.
Karya tulis berjudul “Pengaruh Prilaku Konsumtif Remaja dalam Kehidupan Sehari-hari” disusun untuk memenuhi tugas mata pelajaran Pkn. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada bapak Saffudin S.Pd.M.Pd sebagai guru pembimbing yang telah banyak memberikan bimbingan dan saran kepada penulis.
Penulis telah berupaya dengan semaksimal mungkin dalam penyelesaian karya tulis ini, namun penulis menyadari masih banyak kelemahan baik dari segi isi maupun tata bahasanya. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca demi sempurnanya makalah ini. Semoga isi makalah ini bermanfaat dalam memperkaya khasanah ilmu pendidikan.


Tanjung Bintang, 3 Maret 2015

Penulis





Daftar Isi
MOTO
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
I.       Pendahuluan
A.    Latar Belakang                                                                                                      1
B.     Rumusan Masalah                                                                                                 2
C.     Tujuan dan Kegunaan Penulisan                                                                           2
II.    Kajian Pustaka
A.    Pengertian Perilaku Konsumtif                                                                             3
B.     Remaja                                                                                                                  3
1.      Pengertian Remaja                                                                                          3
2.      Masa Remaja                                                                                                   4
C.     Globalisasi                                                                                                             5
1.      Pengertian Globalisasi                                                                                     5
2.      Dampak Globalisasi                                                                                        5
a.       Dampak Positif                                                                                         5
b.      Dampak Negatif                                                                                       6
III.  Analisis dan Pembahasan
A.    Perilaku Konsumtif Remaja di Era Globalisasi                                                     8
B.     Faktor Pendorong Perilaku Konsumtif pada Remaja                                           9
C.     Pengaruh Perilaku Konsumtif pada Remaja                                                         9
D.    Cara Menghindari Perilaku Konsumtif                                                                 9
IV.  Kesimpulan dan Saran
A.    Simpulan                                                                                                               10
B.     Saran                                                                                                                     10
DAFTAR PUSTAKA


BAB I
Pendahuluan
A.    Latar Belakang
Mengonsumsi memang sesuatu hal yang lazim untuk memenuhi kebutuhan hidup individu. Akan tetapi, mengonsumsi yang dimaksud mengonsumsi sesuai kadarnya atau sesuai porsinya bukan yang berlebihan. Dalam hal ini, mengonsumsi suatu barang sesuai yang dibutuhkan dan  tetap memperhatikan aturan-aturan yang ada serta disesuaikan dengan kebutuhan yang penting yang harus didahulukan. Dan tidak lupa pula disesuaikan dengan kondisi ekonomi.
Namun pada perkembangan zaman seperti saat ini, manusia terjebak pada kompleksitas ragam komoditi yang secara sadar atau tidak telah mereka konsumsi. Itu semua tak terlepas dari konstruksi sosial yang dibangun massa di dalam lingkungan manusia itu sendiri. Salah satunya yaitu peradaban modern yang tumbuh dari perkembangan umat manusia telah menunjukkan kemajuan paling tinggi. Namun perkembangan peradaban yang kian maju, tidak semuanya memiliki dampak positif, beberapa diantaranya memberikan implikasi yang kurang baik bagi manusia, berupa perubahan budaya, salah satunya adalah budaya konsumtif terhadap benda (material culture).
Nah, yang menjadi sasaran potensial para produsen yaitu para remaja. Mengapa demikian? Karena pola konsumsi seseorang terbentuk pada usia remaja. Di samping itu, remaja biasanya mudah terbujuk rayuan iklan, suka ikut-ikutan teman, tidak realistis, dan cenderung boros dalam menggunakan uangnya. Apalagi di kalangan remaja yang memiliki orang tua dengan kelas ekonomi yang cukup berada,  terutama di kota-kota besar, mall sudah menjadi rumah kedua. Mereka ingin menunjukkan bahwa mereka juga dapat mengikuti mode yang sedang beredar. Padahal mode itu sendiri selalu berubah sehingga para remaja tidak pernah puas dengan apa yang dimilikinya. Alhasil, muncullah perilaku yang konsumtif.
Melihat kondisi remaja saat ini, diharapkan remaja bisa lebih mengontrol dirinya dalam mengonsumsi suatu barang. Pada saat seseorang memasuki masa remaja lebih diarahkan lagi dan diberi pembekalan-pembekalan untuk lebih memperhitungkan kembali apa yang benar-benar dibutuhkan saat ini agar tidak terjerumus ke perilaku konsumtif.
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah saya kemukakan, dapat saya ambil rumusan masalah yaitu :
1.      Bagaimana pengaruh perilaku konsumtif remaja di era globalisasi saat ini?
2.      Bagaimana cara menghindari perilaku konsumtif remaja?
C.    Tujuan dan Kegunaan Penulisan
1.      Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan KTI ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pengaruh prilaku konsumtif remaja terhadap masa depan bangsa.
2.      Kegunaan Penulisan
Kegunaan penulisan ini yaitu untuk memberikan kesadaran kepada para remaja bahwa perilaku konsumtif itu tidak baik dan harus ditinggalkan. Sebab perilaku konsumtif dapat menjerumuskan kita pada hidup yang berlebihan atau boros.









Bab II
Kajian Pustaka
A.    Pengertian Prilaku Konsumtif
Menurut Lubis (dalam Lina & Rasyid, 1997) mendefinisikan bahwa perilaku konsumtif adalah perilaku membeli atau memakai suatu barang yang tidak lagi didasarkan pada pertimbangan rasional, melainkan adanya keinginanan yang sudah tidak rasional lagi. Adapun pengertian konsumtif menurut Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) adalah kecenderungan manusia untuk menggunakan konsumsi tanpa batas. Sebenarnya definisi prilaku konsumtif amat variatif. Tetapi pada intinya perilaku konsumtif adalah membeli atau mengunakan suatu barang tanpa pertimbangan rasional dan tidak berdasarkan kebutuhan melainkan berdasarkan keinginan untuk mencapai kepuasan.
Berdasarkan dari beberapa pengertian yang telah dikemukakan, maka dapat diambil suatu kesimpulan bahwa perilaku konsumtif adalah perilaku individu yang ditunjukan untuk mengkonsumsi suatu barang secara berlebihan dan tidak terencana. Perilaku ini lebih banyak dipengaruhi oleh nafsu yang semata-mata untuk memuaskan kesenangan serta lebih mementingkan keinginan dari pada kebutuhan. Sehingga tanpa pertimbangan yang matang, seseorang begitu mudah melakukan pengeluaran untuk memenuhi keinginan yang tidak sesuai dengan kebutuhan pokoknya sendiri.
B.     Remaja
1.      Pengertian Remaja
Remaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik (Hurlock, 1992). Pada masa ini sebenarnya tidak mempunyai tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan anak-anak tetapi tidak juga golongan dewasa atau tua. Jika dipandang dari Bahasa Inggris berasal dari kata teenager yang artinya manusia berusia belasan tahun. Dimana usia tersebut merupakan perkembangan untuk menjadi dewasa.
Sedangkan pengertian remaja menurut Zakiah Darajat (1990: 23) adalah masa peralihan diantara masa kanak-kanak dan dewasa. Mereka bukanlah anak-anak baik bentuk badan ataupun cara berfikir atau bertindak, tetapi bukan pula orang dewasa yang telah matang.
Menurut psikologi, remaja adalah suatu periode transisi dari masa awal anak-anak hingga masa awal dewasa, yang dimasuki pada usia kira-kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 tahun hingga 22 tahun. Masa remaja bermula pada perubahan fisik yang cepat, pertambahan berat dan tinggi badan yang dramatis, perubahan bentuk tubuh, dan perkembangan karakteristik seksual seperti pembesaran buah dada, perkembangan pinggang dan kumis, dan dalamnya suara. Pada perkembangan ini, pencapaian kemandirian dan identitas sangat menonjol (pemikiran semakin logis, abstrak, dan idealistis) dan semakin banyak menghabiskan waktu di luar keluarga. Dari beberapa pendapat para ahli dapat disimpulkan bahwa remaja adalah seseorang yang mengalami perubahan baik fisik maupun psikis untuk menemukan identitas atau jati dirinya yang sesungguhnya.
2.      Masa Remaja
Menurut Sri Rumini & Siti Sundari (2004: 53) masa remaja adalah peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek / fungsi untuk memasuki masa dewasa.
Menurut Monks, Knoers, dan Haditono membedakan masa remaja menjadi empat bagian, yaitu masa pra-remaja 10 – 12 tahun, masa remaja awal 12 – 15 tahun, masa remaja pertengahan 15 – 18 tahun, dan masa remaja akhir 18 – 21 tahun.
Dari beberapa penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa masa remaja adalah masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa yang berumur 12 tahun sampai dengan 21 tahun bagi wanita dan 13 tahun sampai dengan 22 tahun bagi pria.
C.    Globalisasi
1.      Pengertian Globalisasi
Menurut Thomas Larsson dalam bukunya The Race to The Top : The real story of globalization, globalisasi adalah proses penyusutan dunia, jarak yang semakin pendek, hal-hal bergerak lebih dekat. Menurut Anthony Giddens, globalisasi adalah intensifikasi hubungan sosial secara mendunia sehingga menghubungkan antara kejadian yang terjadi di lokasi yang satu dengan yang lain serta menyebabkan terjadinya perubahan pada keduanya. Globalisasi adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya yang tidak dibatasi wilayah geografis.
Jadi dapat disimpulkan bahwa globalisasi adalah proses perubahan tatanan kehidupan masyarakat dunia yang terjadi karena pertukaran informasi dari satu wilayah ke wilayah lain tanpa mengenal batasan geografis.
2.      Dampak Globalisasi
a.      Dampak Positif
Mudah memperoleh informasi dan penambahan ilmu dari berbagai belahan dunia. Jalinan komunikasi akan semakin mudah dan semakin canggih. Mobilitas yang tinggi akan memudahkan siapapun dalam melakukan perjalanan, baik perjalanan jauh maupun perjalanan dekat. Perkembangan ekonomi, sosial dan budaya dengan globalisasi ini akan membawa individu semakin semangat dalam meningkatkan potensi dirinya. Pemenuhan kebutuhan yang semakin kompleks dan tidak terbatas sedikit demi sedikit akan mulai terpenuhi secara berkala pada era globalisasi.
b.      Dampak Negatif
Menimbulkan prilaku konsumtif. Segala informasi tidak tersaring untuk informasi baik maupun informasi buruk. Pemborosan dan perilaku yang menyimpang dari adat ketimuran. Lebih condong pada budaya barat sehingga budaya pribadi sering ditinggalkan. Sikap individualis dan menutup diri sering terjadi pada individu yang mengikuti arus globalisasi secara terus-menerus.



















BAB III
Analisis dan Pembahasan
A.    Perilaku Konsumtif Remaja di Era Globalisasi
Di tengah realitas kondisi ekonomi bangsa kita yang masih jauh di bawah Negara lain. Masyarakat kita malah semakin dikendalikan oleh budaya konsumtivisme. Besarnya peningkatan permintaan terhadap barang-barang teknologi seperti yang diberikatan di beberapa media sejak tahun-tahun lalu hingga sekarang, telah menunjukkan perilaku konsumtif bangsa Indonesia yang semakin memprihatinkan. Tiada hari tanpa belanja dan membeli. Bahkan sebagian dari mereka sudah ada yang mengidap penyakit “shopilimia”, suatu penyakit “kecanduan berbelanja”. Masyarakat kita pun akhirnya semakin sulit membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Mungkin kita  pernah memperhatikan beberapa counter handphone yang selalu ramai saat hari-hari biasa dan membludak di hari libur. Survey membuktikan bahwa banyak diantara kita yang mempunyai telepon seluler lebih dari satu. Keberadaan dua sampai tiga telepon seluler disaku bagi sebagian besar masyarakat kita saat ini tidak lagi menjadi sesuatu hal yang aneh, namun sudah lumrah. Apple, BlackBerry dan Htc merupakan segelintir brand yang menghiasi saku-saku banyak orang saat ini, tentunya dengan dibantu hp-hp lokal lainnya. Fakta ini, diperkuat oleh prilaku para remaja, khususnya pada momen-momen khusus yang terjadi di sepanjang tahun, semisal hari raya keagamaan, seperti bulan Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru.
Remaja yang bergaya hidup konsumtif rela mengeluarkan uangnya hanya untuk jaga gengsi dalam pergaulan. Baik itu masalah  makanan dan minuman, pakaian, juga masalah hiburan (Food, Fashion, and Fun). Hal ini merupakan perwujudan dari gharizah al baqa (naluri mempertahankan diri). Setiap orang ingin dianggap eksis dalam lingkungan pergaulannya. Bahkan mereka rela menghambur-hamburkan uang kedua orang tuanya demi mencapai eksistensi tersebut. Mereka sudah tidak memperdulikan betapa susahnya orang tua dalam mencari uang, yang mereka pikirkan hanyalah mencapai kepuasan dan keinginan.
Budaya konsumtif yang mewabah pada remaja saat ini tidak terlepas dari perkembangan budaya kapitalisme yang menempatkan konsumsi sebagai titik sentral kehidupan dalam tatanan sosial masyarakat.  Terlebih lagi pada momen-momen khusus  yang terjadi disepanjang tahun yang mendorong setiap individu untuk bertindak konsumtif. Hal ini awalnya hanya untuk memenuhi kebutuhan yang dianggap perlu, namun lama-kelamaan sifat konsumtif semakin besar sehingga individu cenderung membeli barang yang sebenarnya tidak mereka butuhkan. Keinginan yang besarlah yang membuat mereka susah untuk menahan membelanjakan uang yang mereka miliki.
Perilaku konsumtif ini dapat terus mengakar di dalam gaya hidup sekelompok remaja. Dalam perkembangannya, mereka akan menjadi orang-orang dewasa dengan gaya hidup konsumtif. Gaya hidup konsumtif ini harus didukung oleh kekuatan finansial yang memadai.  Masalah lebih besar terjadi apabila pencapaian tingkat finansial itu dilakukan dengan segala macam cara yang tidak halal. Sebagai contohnya mencuri, merampok, dan sebagainya.
B.     Faktor Pendorong Perilaku Konsumtif pada Remaja
Salah satu faktor pendorong prilaku konsumtif pada remaja yaitu mereka ingin dianggap keberadaannya dan diakui eksistensinya oleh lingkungan dengan berusaha menjadi lingkungan tersebut. Kebutuhan untuk diterima dan menjadi sama dengan orang lain yang sebaya itu menyebabkan remaja untuk mengikuti berbagai atribut yang sedang popular. Salah satu caranya adalah dengan berperilaku konsumtif, seperti: memakai barang-barang yang baru dan bermerk , memakai kendaraan ke sekolah, pergi ke tempat-tempat mewah untuk bersenang-senang (diskotik, restoran, kafe dan tempat-tempat lainnya) di berbagai penjuru kota.
Dengan adanya semua fasilitas-fasilitas dan tempat perbelanjaan yang ada tersebut, memudahkan akses bagi masyarakat terutama remaja untuk berperilaku konsumtif. Karena untuk dianggap keberadaanya oleh lingkungan, ia harus menjadi lingkungan tersebut dengan cara mengkonsumsi dan menikmati semua fasilitas yang telah disediakan. Kesimpulannya, ini semua dilakukan oleh remaja semata-mata ingin diperhatikan dan ingin menunjukkan bahwa remaja sudah bisa menjadi dewasa, sudah bisa hidup dan bergaul layaknya orang dewasa. Tetapi akibatnya perilaku konsumtif ini akan terus menjadi kebiasaan gaya hidup remaja.
Faktor lain yang mengakibatkan para remaja berprilaku konsumtif yaitu adanya majalah-majalah etalase dan iklan-iklan yang memamerkan berbagai produk bermerk yang membuat mereka tergiur dan tertarik untuk membeli serta memilikinya. Jadi, bisa dikatakan saat ini masyarakat terutama remaja telah dijajah oleh pasar.
C.     Pengaruh Perilaku Konsumtif pada Remaja
Pengaruh atau akibat yang ditimbulkan dari prilaku konsumtif remaja yaitu :
1.      Boros
Mereka rela menghambur-hamburkan uang demi mencapai keinginannya, bukan memenuhi kebutuhannya.
2.      Menimbulkan masalah ekonomi keluarga
Bagi remaja yang kedua orang tuanya tidak mampu, akan menimbulkan masalah. Sebab, remaja tersebut pasti akan terus mendesak kedua orang tuanya agar memenuhi apa yang diinginkan.
3.      Menimbulkan kesenjangan sosial
Dalam hal ini akan terjadi perbedaan antara anak orang menengah ke atas dan menengah ke bawah. Akibatnya terjadi kecemburuan sosial yang mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan, bahkan bisa menimbulkan kriminalitas.
D.    Cara Menghindari Perilaku Konsumtif
1.      Mampu memprioritaskan konsumsi pada hakikat awalnya, yaitu mengonsumsi sesuai kebutuhan bukan sesuai keinginan.
2.      Mengimbangi pengaruh konsumerisme dengan kegiatan positif yang lain seperti mengikuti kegiatan olahraga, kesenian, kelompok-kelompok diskusi, atau berorganisasi.
3.      Pemerintah harus lebih memperhatikan remaja-remaja berprestasi, maka rasa nasionalisme dan patriotisme akan lebih tumbuh.

BAB IV
Simpulan dan Saran
A.    Simpulan
Dari hasil pembahasan di atas, dapat saya simpulkan bahwa globalisasi memiliki pengaruh yang luar biasa bagi para remaja. Pengaruh tersebut yaitu melekatnya perilaku konsumtif remaja di kehidupan sehari-harinya. Hal tersebut bisa terjadi karena remaja memang sudah menjadi sasaran potensial bagi para produsen. Selain itu, masa remaja adalah proses pencarian jati diri, sehingga mereka lebih mudah terpengaruh dan terbawa oleh kondisi lingkungan di sekitarnya. Ditambah lagi dengan diluncurkannya barang-barang bermerk, semakin mudahlah perilaku konsumtif muncul di kalangan remaja.
Dengan melihat kondisi remaja saat ini, jika seseorang memasuki masa remaja sebaiknya lebih diarahkan dan lebih dipantau lagi terutama oleh orang tua. Selain itu, para remaja lebih baik diberi kesibukan agar mereka tidak merasa bosan. Karena perilaku konsumtif muncul akibat mereka tidak ada kegiatan, lalu mereka bosan. Dari kebosanan itulah muncul budaya belanja yang mengakibatkan perilaku konsumtif.
B.     Saran
Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi yang membacanya dan semoga bisa dikaji ulang supaya karya tulis ini dapat lebih baik lagi. Dan yang paling saya tekankan, semoga dengan adanya karya tulis ini para remaja bisa memiliki kesadaran untuk menghindari yang namanya perilaku konsumtif. Sebab perilaku konsumtif bukan hanya merugikan diri sendiri, tetapi dapat merugikan orang tua serta bisa menghabiskan uang tanpa alasan dan tujuan yang jelas.



Daftar Pustaka
Luki Viky Desha, Definisi Konsumen, Konsumsi, Konsumtif, dan Konsumerisme, http://lukivikydesha.blogspot.com/2010/10/definisi-konsumen-konsumsi-konsumtif.htm, dikutip tanggal 2 Februari 2015
Ahhafidh, Konsumerisme pada Remaja (Perilaku Konsumtif yang Berlebihan), http://ahhafidh.blogspot.com/2014/09/konsumerisme-pada-remaja-perilaku.html, di kutip tanggal 2 Februari 2015
Afdhol Hanaf, Prilaku Konsumtif pada Remaja, http://afdholhanaf.blogspot.com/2012/01/v-behaviorurldefaultvmlo.html, dikutip tanggal 2 Februari 2015
Antarajatim, Prilaku Konsumtif Mengancam Masa Depan Bangsa, http://www.antarajatim.com/lihat/berita/84039/perilaku-konsumerisme-mengancam-masa-depan-bangsa, dikutip tanggal 2 Februari 2015
Siska Purkasih, Masalah Konsumerisme di Kalangan Remaja, http://siskapurkasih.blogspot.com/2008/10/masalah-konsumerisme-di-kalangan-remaja.html, dikutip tanggal 27 februari 2015
Yemima Lintang Khastiti, Konsumerisme Kikis Kesadaran Bangsa, Benarkah?, http://www.fimela.com/news-entertainment/konsumerisme-kikis-kesadaran-berbangsa-benarkah-120626c-page1.html, dikutip tanggal 27 februari 2015

Fajar Riski, Konsumerisme di Kalangan Remaja, http://fajar_riski_s-fib11.web.unair.ac.id/artikel_detail-60919-Umum-KONSUMERISME%20DI%20KALANGAN%20REMAJA.html, dikutip tanggal 27 februari 2015

Avicenna Eduction, Prilaku Konsumerisme Mengancam Masa Depan Bangsa, https://guruprivatsmp.wordpress.com/2013/10/07/perilaku-konsumerisme-mengancam-masa-depan-bangsa/, dikutip tanggal 27 februari 2015

Elvanenda, Remaja dan Perilaku Konsumtif, https://elvanenda.wordpress.com/category/tak-berkategori/psikologi-remaja/, dikutip tanggal 27 februari 2015
Haryanto S.Pd, Pengertian Remaja Menurut Para Ahli, http://belajarpsikologi.com/pengertian-remaja/, dikutip tanggal 27 februari 2015
Wikipedia, http://id.wikipedia.org/wiki/Remaja, dikutip tanggal 27 februari 2015
Pengertian Globalisasi, Pengaruh serta Dampak, http://www.apapengertianahli.com/2014/09/pengertian-globalisasi-serta-pengaruh-dampak-globalisasi.html#, dikutip tanggal 27 februari 2015
Wikipedia, http://id.wikipedia.org/wiki/Globalisasi, dikutip tanggal 27 februari 2015
Smart Click, Pengertian, Dampak, dan Contoh-contoh Globalisasi, http://www.g-excess.com/pengertian-dampak-dan-contoh-contoh-globalisasi.html, dikutip tanggal 27 februari 2015

Dampak Negatif dan Positif Konsumtif, http://www.gerbangilmu.com/2014/06/dampak-positif-dan-negatif-perilaku.html, dikutip tanggal 27 februari 2015

Pakde Sofa, Remaja dan Perilaku Konsumtif, https://massofa.wordpress.com/2008/05/18/remaja-dan-perilaku-konsumtif/, dikutip tanggal 27 februari 2015Arif Zahari, Konsumtif vs Konsumerisme, http://arifzahari.blogspot.com/2009/12/konsumerisme-vs-konsumtif.html,  dikutip tanggal 27 februari 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar